
kalo soal yang satu ini, kadang sulit di jelaskan dengan kata-kata. semua bisa merasakannya, mulai dari bayi, anak, dewasa,maupun yang lansia.
seperti yang saya rasakan sekarang.
saya menyukai seseorang, namun tak pernah bisa mengungkapkan (atau, tak boleh di ungkapkan?). mungkin karena saya adalah orang aneh (seperti yang dia katakan), dan keanehan itu menjadi salah satu cara saya menutupi hal yang saya rasakan. memang seperti membohongi diri, tapi kadang terasa sakit.
saya malah membenci orang itu (mungkin itu keanehan saya???).
ceritanya mirip dongeng sebelum tidur.
saat sang putri memulai perjalanannya ke negri dongeng, seorang pangeran tiba-tiba mendekatinya. putri terlalu cuek, dan dia mengabaikan perasaan yang ada, dan berprasangka buruk terhadap sang pangeran. mungkin, karena sang putri merasa bahwa tak akan ada pangeran yang akan ia sukai kelak (mungkin, tapi ternyata tidak!!).
Putri memulai kehidupannya di negri baru, dan ia kadang (bahkan, sering) membutuhkan bantuan sang pangeran. pangeran mau membantunya, namun, karena kesibukan kadang sang putri merasa diabaikan. mungkin, karena sang putri belum mengetahui keadaan sang pangeran.
suatu hari, sang putri bertemu dengan pangeran tanpa sengaja. akhirnya, mereka larut dalam sebuah obrolan panjang yang tak bertema karena pertemuan tadi.
walau tak sadar, ternyata sang putri menyukai pangeran tadi. tapi, sang putri terlalu malu. saat itu, putri mengatakan bahwa dia membenci pangeran tadi. bodohnya sang putri! ia tak sadar kalau ia mengingkari kata hatinya sendiri. putri tak tau, haruskah ia me-replay perkataannya tadi? etiskah?
namun, ada sebuah pelajaran yang putri dapatkan, bahwa tak selalu hal yang ia inginkan akan terwujud.
sang pangeran ada, tak hanya untuk sang putri.sang pangeran pun, hidup dalam dunia visual yang dibangunnya.









